stop bulliying



Akibat Bullying di Sekolah

Terdapat berbagai dampak yang ditimbulkan akibat bullying. Dampak yang dialami korban bullying tersebut bukan hanya dampak fisik tapi juga dampak psikis. Bahkan dalam kasus-kasus yang ekstrim seperti insiden yang terjadi, dampak fisik ini bisa mengakibatkan kematian.


Dampak Jangka Panjang Hilda (2009) menjelaskan bullying tidak hanya berdampak terhadap korban, tapi juga terhadap pelaku, individu yang menyaksikan dan iklim sosial yang pada akhirnya akan berdampak terhadap reputasi suatu komunitas. Terdapat banyak bukti tentang efek-efek negatif jangka panjang dari tindak bullying pada para korban dan pelakunya. Pelibatan dalam bullying sekolah secara empiris teridentifikasi sebagai sebuah faktor yang berkontribusi pada penolakan teman sebaya, perilaku menyimpang, kenalakan remaja, kriminalitas, gangguan psikologis, kekerasan lebih lanjut di sekolah, depresi, dan ideasi bunuh diri. Efek-efek ini telah ditemukan berlanjut pada masa dewasa baik untuk pelaku maupun korbannya


Gangguan Emosi Korban biasanya akan merasakan berbagai emosi negatif, seperti marah, dendam, tertekan, takut, malu, sedih, tidak nyaman, terancam, tetapi tidak berdaya menghadapinya. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mengembangkan perasaan rendah diri dan tidak berharga. Bahkan, tak jarang ada yang ingin keluar dan pindah ke sekolah lain. Apabila mereka masih bertahan di situ, mereka biasanya terganggu konsentrasi dan prestasi belajarnya atau sering sengaja tidak masuk sekolah.


Dampak Psikologis Dampak psikologis yang lebih berat adalah kemungkinan untuk timbulnya masalah pada korban, seperti rasa cemas berlebihan, selalu merasa takut, depresi, dan ingin bunuh diri.


Konsentrasi Belajar Terganggu Hasil studi yang dilakukan National Youth Violence Prevention Resource Center Sanders (2003; dalam Anesty, 2009) menunjukkan bahwa bullying dapat membuat remaja merasa cemas dan ketakutan, mempengaruhi konsentrasi belajar di sekolah dan menuntun mereka untuk menghindari sekolah. Bila bullying berlanjut dalam jangka waktu yang lama, dapat mempengaruhi self-esteem siswa, meningkatkan isolasi sosial, memunculkan perilaku menarik diri, menjadikan remaja rentan terhadap stress dan depreasi, serta rasa tidak aman. Dalam kasus yang lebih ekstrim, bullying dapat mengakibatkan remaja berbuat nekat, bahkan bisa membunuh atau melakukan bunuh diri (commited suicide).


Depresi dan Marah Terhadap Diri sendiri Coloroso (2006) mengemukakan bahayanya jika bullying menimpa korban secara berulang-ulang. Konsekuensi bullying bagi para korban, yaitu korban akan merasa depresi dan marah, Ia marah terhadap dirinya sendiri, terhadap pelaku bullying, terhadap orang-orang di sekitarnya dan terhadap orang dewasa yang tidak dapat atau tidak mau menolongnya. Hal tersebut kemudan mulai mempengaruhi prestasi akademiknya. Berhubung tidak mampu lagi muncul dengan cara-cara yang konstruktif untuk mengontrol hidupnya, ia mungkin akan mundur lebih jauh lagi ke dalam pengasingan.


Gangguan Akademik Sekolah Terkait dengan konsekuensi bullying, penelitian Banks (1993, dalam Northwest Regional Educational Laboratory, 2001; dan dalam Anesty, 2009) menunjukkan bahwa perilaku bullying berkontribusi terhadap rendahnya tingkat kehadiran, rendahnya prestasi akademik siswa, rendahnya self-esteem, tingginya depresi, tingginya kenakalan remaja dan kejahatan orang dewasa. Dampak negatif bullying juga tampak pada penurunan skor tes kecerdasan (IQ) dan kemampuan analisis siswa. Berbagai penelitian juga menunjukkan hubungan antara bullying dengan meningkatnya depresi dan agresi.
Stop Bullying Sekarang Juga







CARA MENGATASI AGAR TIDAK DI BULI

Welcome
Terlalu pendiam juga tidak baik, karena ini akan mengundang rasa ingin tahu dari orang-orang disekitar kamu. Berlaku pendiam juga akan membuat kamu terlihat sombong, dan mereka tidak suka itu. Biasanya, seseorang yang tertutup seringkali dianggap aneh, dan orang yang aneh itu, adalah sasaran empuk para pelaku bully. Maka, jangan menutup diri bila ada seseorang yang ingin berteman denganmu. Welcome, artinya berlaku supel dan mudah bergaul. Boleh memilih teman, asal tidak berlebihan dan membuat mereka menjadi tidak nyaman.


Tingkatkan prestasi
Orang berprestasi, akan memiliki pengakuan dan perlakuan yang jauh lebih baik. Didekati teman dan juga guru adalah nilai tambah. Kamu tidak lagi dipandang sebelah mata dan tentu, mereka akan berpikir dua kali untuk menjadikan kamu sebagai target bullyannya.

Sadar penampilan
Kamu sebagai junior, mungkin ada kalanya ingin bergaya seperti senior. Tujuannya, sih, hanya ingin memblow up diri dan diakui oleh para junior lain. Namun sayang, penampilanmu itu justru mengundang perhatian para senior untuk membully. Dalam hal ini, kamu tidaklah salah bila ingin menjadi objek perhatian, namun yang salah adalah caranya. Boleh bergaya, tapi mungkin tidak disekolah, karena akan lebih baik bila kamu bersikap apa adanya tanpa harus berlebihan.

 Tegas
Ingat, senior pun bahkan bisa melakukan kesalahan. Artinya, saat di bully kamu pun harus cermat mengamati. Apa yang menjadi alasan bully, kamu harus tahu itu. Seumpama kamu berada di posisi yang benar, mengapa tidak untuk membela diri. Adalah hak kita untuk mendapatkan keadilan. Bila mereka membully tanpa alasan yang jelas, kamu bisa melaporkannya kepada pihak tertentu seperti guru, teman, juga orang tua. Tegas, artinya kamu mampu membela kebenaran yang kamu miliki. Jangan takut akan ancaman, cacian, atau bahkan pukulan karena ada saat dimana mereka akan mendapatkan balasan dari apa yang telah mereka lakukan.

 Sering-seringlah berkomunikasi
Jangan biarkan orang tua ataupun guru nampak tidak berharga saat kamu berada dalam masalah tapi tidak mengatakannya. Bagaimanapun orang dewasa akan jauh lebih bijak dalam menentukan jalan keluar yang terbaik. Jangan menyimpan rasa itu sendiri saat kamu berada di posisi yang tidak aman. Bila kamu tidak mengatakannya karena benci dibilang banci, kamu salah besar. Banci sebenarnya itu mereka, lho, yang beraninya main keroyokan. Bagaimanapun orang tua akan khawatir bila melihat anaknya nampak tidak bahagia. Jadi, sering-seringlah berkomunikasi perihal aktifitas kamu sehari-hari, agar orang tua pun bisa turut mengamati, jikalau suatu saat ada hal buruk yang akan terjadi.


 nahh jadi itulah artiket dari kami tentang bulliying. mulai dari sekarang sob ayolah hentikan tindakan membuli. dan bagi yang di buli kalian sekarang udah paham kan bagai mana agar kalian tidak di buli.
  oke terimakasih telah membaca artikel kami, semoga bermanfaat. tunggu artikel selanjunya ya sob.

Komentar

Posting Komentar